KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan
puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Kami telah menyelesaikan makalah ini.
Seiring dengan tujuan kuliah yang ditugaskan kepada mahasiswa,demi meningkatkan
mutu pendidikan.
Makalah ini berisi
tentang Pemikiran, Logika dan Penalaran. Uraian materi yang ditulis bertujuan
untuk mencari pengertian dari Pemikiran, Logika dan Penalaran menurut berbagai
sumber. Materi disajikan dalam bahasa sederhana sehingga mudah dipahami
pembaca.
Akhir kata, semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam belajar dan hasilnya
dapat diterapkan dalam belajar sehari-hari.Kritik dan saran dari pembaca kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Banjar, Maret 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................
i
KATA PENGANTAR....................................................................................
ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...........................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................
1
1.3 Tujuan dan Manfaat...................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Penalaran....................................................................................................
2
2.1.1 Pengertian Penalaran dari Berbagai Sumber...................................... 2
2.1.2 Metode Panalaran..............................................................................
3
2.1.3 Penalaran Induktif dan Deduktif.......................................................
3
2.1.4 Kesalahan Penalaran..........................................................................
4
2.1.5 Konsep dan Simbol Penalaran...........................................................
5
2.1.6 Ciri-ciri Penalaran...............................................................................
5
2.2 Logika........................................................................................................
6
2.2.1 Pengertian Logika..............................................................................
6
2.3 Pemikiran...................................................................................................
7
2.3.1 Pengertian Pemikiran.........................................................................
7
2.3.2 Macam-macam Pemikiran..................................................................
7
2.3.3 Asas-asas Pemikiran...........................................................................
8
2.3.4
Hukum-hukum Pemikiran..................................................................
8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................
9
3.2 Saran..........................................................................................................
9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................
10
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. LATAR
BELAKANG
Membahasa
tentang ilmu logika, pasti di dalamnya akan ditemukan yang namanya pemikiran,
pernyataan atau penalaran. Dengan kata lain dalam ilmu logika akan dijumpai
masalah tentang hal tersebut. Pada dasarnya yang namanya pemikiran yang
merupakan kegiatan atau langkah kedua dalam pembahasan ilmu logika. Pembahasan
tentang masalah pemikiran ini biasanya disebut dengan yang dengan yang
maksudnya adalah hal – hal yang dipercaya atau yang diyakini kebenarannya
itulah pemikiran yang menjadi awal sekaligus akhir atau tujuan dari setiap
pemikiran.
Dalam
mengurangi seluk – beluk pemikiran ini yang menjadi bahasan, namun masih banyak
bahasan – bahasan yang lain di dalam belajar ilmu logika namun pada kali ini
difokuskan untuk membahas atau mengurangi hal pemikiran.
I.2. RUMUSAN
MASALAH
- Apakah definisi Penalaran ?
- Apakah definisi Logika ?
- Apakah yang dimaksud dengan
pemikiran?
- Ada berapa macam – macam
pemikiran?
- Apa sajakah pemikiran?
- Bagaimana hukum – hukum
pemikiran?
I.3. TUJUAN
DAN MANFAAT
- Untuk mengetahui definisi Penalaran.
- Untuk mengetahui definisi Logika
- Untuk mengetahui Apakah pemikiran
itu
- Untuk mengetahui macam – macam
pemikiran ditinjau dari beberapa segi
- Untuk mengetahui asas – asas
pemikiran
- Untuk mengetahui hukum – hukum
pemikiran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENALARAN
2.1.1
Pengertian Penalaran dari Berbagai Sumber:
A. Berdasarkan e-learning gunadarma
Penalaran
adalah bentuk tertinggi dari pemikiran. Secara sederhana penalaran dapat
diartikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi
yang mendahuluinya.
B.
Berdasarkan Wikipedia
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan
empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
C.
Berdasarkan Kamus Besar Indonesia
a.
Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran
atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran. Contoh : kepercayaan takhayul
serta – yang tidak logis haruslah dikikis habis
b.
Hal yang mengembangkan atau mengendalikan
sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman
c.
Proses mental dengan mengembangkan pikiran dari
beberapa fakta atau prinsip
D. Pengertian
Penalaran Menurut Para Ahli:
1. Bakry (1986:1) menyatakan
bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang
paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu
kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah
diketahui.
2. Suriasumantri (2001:42)
mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir
dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
3. Keraf (1985:5)
berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan
menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu
kesimpulan.
Dari beberapa pengertian
di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir
manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu
kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan kata lain, penalaran merupakan sebuah
proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
2.1.2 METODE
PENALARAN
Terdapat dua
jenis metode penalaran yaitu penalaran deduktif dan induktif :
A.Metode
Induktif
Metode berpikir
induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai
hasi pengamatan empiric dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan
baru yang bersifat umum. Dalam hal ini panalaran induktif merupakan kebalikan
dari penalaran deduktif.
Contoh:Ani
bersekolah dengan memakai seragam merah puti karena masih SD,Anton Bersekolah
dengan memaki seragam merah putih karena dia masih SD.
KESIMPULAN:Semua
siswa yang masih SD memaki seragam merah putih saat bersekolah
B.Metode
Deduktif
Metode berpikir
deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang
kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan
atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
2.1.3
PENALARAN INDUKTIF DAN INDUKTIF
Penalaran
induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk
kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk
memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa.
catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis
yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum
tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar.
contoh penalaran induktif adalah :
kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata : setiap hewan punya mata
penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistic.
penalaran induktif ini mengangkat 1 kasus untuk ditarik dalam kesimpulan umumnya. contohnya kurang banyak. dan meski penalaran induktif sudah kuat dengan contoh yang banyak, kesimpulan induktif yang dihasilkan pun masih bisa dipertanyakan keabsahannya. sementara lebih jauh, penulis blog ingin tahu apakah kesimpulan tersebut berlaku jika diaplikasikan kepada pihak lain, dalam hal ini kepada ulil.
berbeda dengan penalaran Deduktif, penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan. contoh penalaran deduktif adalah :
Contoh
- semua hewan punya mata
- anjing termasuk hewan
:. anjing punya mata
- semua hewan punya mata
- anjing termasuk hewan
:. anjing punya mata
2.1.4 KESALAHANPENALARAN
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
Salah nalar ada
dua macam:
1.
Salah nalar induktif, berupa (1) kesalahan
karena generalisasi yang terlalu luas, (2) kesalahan penilaian hubungan
sebab-akibat, (3) kesalahan analogi.
2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan karena: (1) kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi; (2) kesalahan karena adanya term keempat; (3) kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan (4) kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan karena: (1) kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi; (2) kesalahan karena adanya term keempat; (3) kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan (4) kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
2.1.5 KONSEP DAN SIMBOL DALAM PENALARAN
Penalaran juga
merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan
simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,
sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
2.1.6 CIRI-
CIRI PENALARAN :
1. dilakukan
dengan sadar
2. didasarkan
atas sesuatu yang sudah diketahui
3. Sistematis
4. terarah,
bertujuan
5. menghasilkan
kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru
6. sadar tujuan
7. premis
berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh
8. pola
pemikiran tertentu
9. sifat
empiris rasional
2.2 LOGIKA
2.2.1 Pengertian Logika
Terdapat beberapa batasan pengertian
tentang logika dari beberapa ahli. Menurut Alex Lanur,
Logika adalah ilmu pengetahuan dan
kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan
pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan
yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab musabanya.
Batasan pengertian yang
diberikan oleh Alex Lanur, secara singkat diungkapkan oleh Muhammad Zainuddin,
bahwa Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode
untuk berfikir secara benar. Menurut Mundiri Logika didefinisikan sebagai ilmu
yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan
penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Sedangkan
Poespoprojo menuliskannya sebagai ilmu dan kecakapan menalar,
berfikir dengan tepat (the science and art of correct thinking).
Ketiga pendapat mengenai batasan
logika itu pada hakekatnya saling melengkapi. Menurut Muhammad Zainuddin, bahwa
Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara
benar. Penekanan batasan logika pada berfikir secara benar. Berfikir secara
“benar” selanjutnya dijelaskan oleh Mundiri bahwa Logika sebagai ilmu yang
mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran
yang betul dari penalaran yang salah. Kriteria benar, penalaran yang betul atau
salah, pada dasarnya merupakan suatu penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
logika merupakan sebuah ilmu
pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berfikir (khususnya
penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berfikir/penalaran
yang ditinjau dari segi ketepatannya. Logika bersifat a priori. Kebenaran
logika tidak dapat ditemukan dan diuji secara empiris tetapi kebenaran diuji
secara akal. Obyek logika menurut Muhammad Zainudin, terdiri dari :
1. Obyek materiil : penalaran/cara berfikir
2. Obyek formal : hukum,prinsip,asas
3. Produk : produk berfikir (konsep, proposisi yang
diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan/tulisan/isyarat)
2.3 PEMIKIRAN
2.3.1 Pengertian Pemikiran
Pemikiran dalam
bahasa inggris disebut Inference yang berarti penyimpulan yang
berarti mengeluarkan suatu hasil berupa kesimpulan ada juga yang menyebut
penuturan dan penalaran. Apa yang dimaksud pembicaraan dalam bagian ini adalah
: kegiatan akal manusia, mencermati suatu pengetahuan yang telah ada, untuk
mendapatkan / mengeluarkan pengetahuan yang baru (lain).
2.3.2 MACAM-MACAM PEMIKIRAN
Ada dua macam
pemikiran yang kita temukan adalah :
a. Pemikiran
langsung, adalah pemikiran yang hanya mempergunakan satu pangkal pikir atau
langsung disimpulkan. Asas pemikiran ini pada ilmu logika yang banyak
dibicarakan pada konversi, inversi dan kontraposisi dalam keputusan.
b. Pemikiran tidak
langsung, adalah pemikiran yang mempergunakan lebih dari satu pangkal pikir,
jadi berarti pemikiran yang mempergunakan banyak keputusan atau minimal lebih
dari satu keputusan untuk menetapkan kesimpulan. Misalnya pemikiran yang
terjadi melalui jalan induksi, deduksi dan syllogisme.
2.3.3 ASAS-ASAS PEMIKIRAN
Ada empat asas
– asa pemikiran tersebut adalah :
1. Asas persamaan
Menurut asas ini, lebih dahulu harus diakui oleh semua orang
bahwa setiap sesuatu hanya mengandung arti kesamaan pada dirinya sendiri.
2. Asas
Pertentangan
Menurut asas ini, tidak dapat disamakan antara pengertian
yang satu dengan pengertian yang lain yang menentangnya.
3. Asas menolak
kemungkinan
Menurut asas ini, maka jika terdapat dua pendapat yang
bertentangan, seperti contoh pada asas yang kedua, maka disamping keduanya
tidak mungkin semua benar juga tidak mungkin keduanya salah, maka tidak mungkin
pula pada pendapat yang ketiga. Kebenarannya hanya terdapat pada salah satu
dari kedua pendapat tersebut.
4. Asas
Mencukupkan
Menurut asas ini, tiap – tiap keputusan merupakan sebab
bagi keputusan baru (akibat) atau merupakan akibat dari keputusan yang lalu.
Kepastian benar dari akibat, sangat tergantung kepada benarnya sebab. Kalau
keputusan yang menjadi sebab itu salah, maka pastilah keputusan yang menjadi
akibatnya itu salah.
2.3.4 HUKUM-HUKUM
PEMIKIRAN
Sehubungan
dengan benar dan lurusnya suatu pemikiran, maka baiklah kita kemukakan hukum –
hukum pemikiran yang berlaku untuk semua pemikiran.
Ada dua hukum –
hukum pemikiran dapat dikatakan bahwa :
1. Jika primis –
primis benar, tetapi kesimpulan salah, maka jalan pikirannya (bentunya) tidak
lurus.
2. Jika jalan
pikirannya (bentuknya) memang lurus, tetapi kesimpulannya tidak benar, maka
primis – primisnya (materinya) salah, dari salahnya kesimpulan dapat dibuktikan
salahnya primis – primis.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pemikiran
adalah sutu dari kesimpulan yang benar merupakan awal dari tindakan akal berfikir,
logika dan penalaran sehingga mencapai keputusan dan menuju kepada penyimpulan
atau pemikiran.
Pemikiran harus
dipakai untuk mendapatkan keputusan yang benar. Dalam pemikiran harus
menggunakan keputusan untuk mendapatkan kesimpulan.
3.2 SARAN
Dari beberapa
referensi saya dapat menemukan beberapa data mengenai hal yang membahas dalam
makalah ini sehingga tersusunlah makalah ini. Namun makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, maka dari ini pemasukan dan pembaca sangat saya butuhkan demi
sempurnanya makalah saya selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Muhammad
Zainuddin, Hand out mata kuliah Logika dan Metoda Sains 2006.
Mundiri, Logika, Rajawali
Press bekerjasama dengan Badan Penerbitan IAIN Walisongo Press,
Cetakan keempat, 2000.
W. Poespoprojo,
Logika Ilmu Menalar, Pustaka Grafika, 1999.
Spade the Titha, an ultra-modern and innovative - TITanium Arts
BalasHapusTitha titanium price per ounce is a titanium watch band cutting-edge diamond-in-the-round diamond-in-the-round diamond-in-the-round titanium max diamond-in-the-round titanium boiling point diamond-in-the-round diamond-in-the-round diamond-in-the-round diamond-in-the-round 2020 ford ecosport titanium diamond-in-the-round