Guru
sebuah profesi yang sungguh mulia, seandainya kita tulus
menjalaninya tanpa pamrih tanpa tanda jasa.
tapi tak mungkin juga kita menjadi Lilin, membakar diri
sendiri untuk menerangi kegelapan?
kita guru tulus ikhlas dan penuh dedikasi untuk mengajarkan
ilmu yang berguna kepada anak didik, namun kita juga butuh sandang, pangan,
papan tentunya.
oya apakah guru itu benar-benar profesi? kalau memang
profesi, tentu pelakunya profesional dong, terdidik, terlatih dan berdedikasi.
sepertinya tidak, realita di sekolah sarjana olahraga jadi guru seni, sarjana
biologi guru matematika, dll. dan apakah pernah ada kasus seseorang dituntut
pengadilan karena menjadi guru gadungan? sepertinya jarang terjadi. Berbeda
dengan polisi gadungan, dokter gadungan, ataupun pengacara gadungan.
satu dokter dituntut pengadilan dokter seindonesia aksi
solidaritas, penghulu dituntut se indonesia aksi solidaritas. guru jadi
pemulung dituntut dan dipidana mana rekan guru yang lain.?
dan biasanya kalo profesi akan mendapatkan upah layak sesuai
profesinya tp kalo kedudukan guru sebagai sebuah PROFESI ya mungkin upah nya
seadanya, tak beda dengan upah tukang pijat atau ojek yang tentunya itu bukan
lah sebuah profesi yang dijalankan dengan profesional.
Pendidikan adalah modal awal untuk membangun sebuah Negara,
apabila dunia pendidikan di Negri ini masih carut marut, mungkinkah Negeri ini
akan maju seperti Halnya Negara-negara di Eropa dan asia timur sana?sepertinya
itu sangatlah mustahil.